Breaking News

laporan utama

Minggu, 14 November 2010

Modal Usaha 5 Juta yang Salah Kaprah

Gurat kekecewaan nampak dari wajah beberapa alumni UIN Alauddin yang baru saja mengikuti Workshop Modal Usaha, Jumat (05/11) lalu. Kebanyakan mereka yang kecewa, keluar dari ruangan dan langsung cabut. Mereka menilai workshop tersebut tak sesuai dengan yang diharapkan. Rudiansyah misalnya. Alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini mengatakan, “saya kira itu workshop, untuk memberikan pengarahan tentang pinjaman 5 juta ke alumni. Tapi ternyata di dalam, kita seperti diprospek untuk ikut bisnis MLM (Multilevel Marketing),” akunya. Beberapa alumni lain yang juga keluar dari ruangan ikut mengakuinya.


Beberapa waktu sebelumnya, memang tersiar informasi tentang sebuah pinjaman sebesar 5 juta yang akan diberikan kepada setiap alumni UIN. Pinjaman digunakan untuk menjadi modal usaha. Program ini merupakan hasil kerjasama Koperasi Sarjana Indonesia Bangkit (KSIB) dan UIN Alauddin Makassar, sebagai upaya mensejahterakan para alumni UIN. Maka diadakanlah workshop dengan mengundang para alumni, untuk menjelaskan mekanisme peminjaman tersebut.

Namun dalam workshop yang dihelat di gedung LT Kampus 2 UIN ini, keadaannya berbeda. Pembicara yang mengenakan jas hitam tersebut memberikan penjelasan tentang sebuah bisnis berjenis MLM, yang perusahaannya bernama Melia Nature Indonesia. Sambil mengiming-imingi hadirin dengan keuntungan ratusan juta yang bisa didapat, sang pembicara menjelaskan rincian pinjaman sebesar 5 juta tersebut. “Sebanyak Rp 3.880.000 akan diberikan untuk membeli produk dari PT Millinature Indonesia. Dan sisanya, sebesar Rp 1.120.000 anda gunakan sebagai biaya operasional, untuk mencari omzet,” jelasnya.

Pinjaman sebesar 5 juta tersebut, juga tidak langsung diberikan. Alumni harus membuka rekening di Bank, untuk mendapat pinjaman dari bank atas rekomendasi KSIB. “Artinya, bukan dia yang beri pinjaman itu. Dia cuma mengarahkan untuk pinjam uang di Bank,” sahut salah seorang alumni.

Pemateri Workshop juga menjelaskan, “jika sudah bergabung, anda akan menjual produk dari Melia Nature Indonesia, dan mencari 8 orang untuk bekerja di bawah anda,” ungkapnya sambil menggambarkan akar penjaringan anggota seperti dalam metode bisnis MLM.

Bisnis MLM memang menguntungkan, jika sukses. Masalahnya, bila Workshop tentang modal usaha tadi bermaksud memprospek untuk bergabung di bisnis MLM, harusnya diinformasikan apa adanya, mengingat tidak semua orang suka dengan bisnis tersebut. (abie)

PENGUMUMAN HASIL SCREENING UKM LIMA WASHILAH


No NamaFak/Jur/Smt Keterangan


1 St. Nurfaida Syariah & Hukum/I.H / V LULUS BERSYARAT
2 Nanni Syariah & Hukum/I.H / V LULUS
3 Nurwahyullah Syariah & Hukum/I.H / V LULUS
4 Dahrul Alamsyah Dakwah / Ikom/ I LULUS BERSYARAT
5 A Tenri Intani Dakwah / Kesos /V TIDAK LULUS
6 Anaruddin Syariah / PMH/I LULUS
7 Suryani Amir Syariah & Hukum/P.A / I LULUS
8 Nur Asiah Syariah & Hukum/P.A /I TIDAK LULUS
9 Muh. Taufik Alhidayah Syariah & Hukum/P.A /I LULUS
10 Muhammad Fachri Dakwah / Ikom /I LULUS
11 Hasnita Dakwah/KPI/ I TIDAK LULUS
12 Ahdianzar Ahmad Dakwah/KPI/ I TIDAK LULUS
13 Muh. Yusuf Azhar Dakwah/KPI/ I TIDAK LULUS
14 Syahri Dakwah/KPI/ I TIDAK LULUS
15 Himrawati Dakwah/jurnalistik/ I LULUS BERSYARAT
16 Muh. Husnul Dakwah/Jurnalistik / I TIDAK LULUS
17 Erna Mustafa Syariah / Akuntansi / I TIDAK LULUS
18 Selfyana Tarbiyah/ PBI/ I LULUS
19 Nurfatimah Tarbiyah/ Fisika / III LULUS
20 Marwah Tarbiyah / MTK /I TIDAK LULUS
21 Ulil Absar Tarbiyah/ PBA/I TIDAK LULUS
22 Ira yani Tarbiyah/ PAI/I TIDAK LULUS
23 Muh. Andy RH Dakwah / Jurnalistik/I LULUS
24 Fathan Ghifari Sinaga Dakwah/ jurnalistik/I TIDAK LULUS
25 Hasriadi Fikes/ Farmasi /I TIDAK LULUS
26 Burhanuddin Adab/BSI/ III TIDAK LULUS
27 Arifuddin Adab/BSI /III LULUS BERSYARAT
28 Andi Ernawati Sainstek/ Biologi/ VII LULUS
29 Mitasari Sainstek/ Biologi/ I LULUS
30 Firdaus Nurlan Syariah / Ekis /I LULUS
31 Afidatul Asmar Dakwah/ MD/ III TIDAK LULUS
32 M. Srahlin Rafid Dakwah / Jurnalistik / I LULUS
33 Rahmawati Dakwah / Jurnalistik / I LULUS
34 Firdayani Rafiq Dakwah / Jurnalistik / I TIDAK LULUS
35 Ikhwan Dakwah / Jurnalistik / I LULUS
36 Putri Dakwah / Jurnalistik / I LULUS BERSYARAT
37 Ibnu Munsir Dakwah / Jurnalistik / I LULUS BERSYARAT
38 Yulianti Dakwah / Jurnalistik / I TIDAK LULUS
39 Canggi Ardiya A. Ode Dakwah / Jurnalistik / I TIDAK LULUS
40 Shalahuddin Dakwah/ KPI / V TIDAK LULUS
41 Kamelia Syariah/ Ekis/I TIDAK LULUS
42 Jumriani Dakwah / Jurnalistik / V LULUS
43 Satriani Dakwah / Jurnalistik / V LULUS
44 Muh. Wajdi Dakwah/ikom/ I LULUS
45 Nurhakim Syariah/ IH / I LULUS
46 Ikhwan Faisal Syariah/ IH / I TIDAK LULUS
47 Nurman Akhmad Syariah/ IH / I TIDAK LULUS
48 Zulfiyah Syariah / Ekis /I LULUS
49 Riska Syarifuddin . N Adab/ BSI/ III TIDAK LULUS
50 Muh. Iksan Adab/BSI/III LULUS
51 Aswar Dakwah/Ikom/I LULUS
52 Muajiz Muallin Adab/BSI/III LULUS
53 Muh. Sulham Kesehatan/ Ilmu kesehatan TIDAK LULUS
54 Wahyudi Eka Saputra Fikes/Kesmas/V LULUS
55 Faisal Fikes/Kesmas/V LULUS BERSYARAT
56 Kasnadi Kesmas TIDAK LULUS
57 Saddan Husain Tarbiyah/PISA/ I TIDAK LULUS
58 Jusmiati Dakwah/jurnalistik/ I LULUS
59 Nurmania Dakwah/jurnalistik/ I LULUS
60 Abd. Ismail Tarbiyah/PAI /I LULUS
61 Mitha sari Sainstek/bio/I LULUS
62 St. Surgawati Syariah/Akuntansi/III LULUS
63 Hadriani Syariah/ Akuntasi/III LULUS
64 Muh. Albar.H.D Syariah/Akuntansi/III LULUS
65 Muh. Syarif Sainstek/Bio/V TIDAK LULUS
66 Rismayanti Dakwah/MD/ I LULUS
67 Mildana Syariah/ Ekis /III TIDAK LULUS
68 Rahmayani Fikes/kep /III LULUS
69 Ahmad Riyadi Dakwah/Ikom/I LULUS BERSYARAT
70 Andi Tenriawaru Ushuluddin/Ilmu Politik/I LULUS
71 Ahmad M. qomar Fikes/kep/III LULUS
72 Itsna Syamsi Mukarramah Fikes/Kesmas/I LULUS
73 Lisa Jayanti Fikes/Kesmas/I TIDAK LULUS
74 Ilkhana Windah Fikes/Kesmas/I TIDAK LULUS
75 Ida Fitriani Marsun Fikes/Kesmas/I LULUS
76 Nur Ikhsan Fikes/Kesmas/I TIDAK LULUS
77 Ardiansyah Syariah/IH/I LULUS BERSYARAT
78 Anwar Iskar. H Tarbiyah/PAI/III LULUS
79 Muh. Azhar Tarbiyah/MPI/III LULUS BERSYARAT

NB
Bagi peserta yang dinyatakan LULUS BERSYARAT diwajibkan menghadap kepada pengurus UKM LIMA Washilah selambat-lambatnya tanggal 22 November 2010
Bagi peserta yang dinyatakan LULUS screening silahkan melakukan pendaftaran ulang di secretariat UKM LIMA Washilah dengan membayar kontribusi IN HOUSE TRANING JOURNALISTIC sebesar Rp. 100.000,. selambat-lambatnya tanggal 25 November 2010
Sedangkan bagi peserta yang TIDAK LULUS silahkan mencoba tahun depan dan semoga beruntung………





EDHYSTIRA
Kordinator Stering

PENGUMUMAN HASIL SCREENING UKM LIMA WASHILAH

PENGUMUMAN HASIL SCREENING UKM LIMA WASHILAH

No    Nama                          Fak/Jur/Smt                                            Keterangan

1      St. Nurfaida                 Syariah & Hukum/I.H / V                LULUS BERSYARAT
2      Nanni                          Syariah & Hukum/I.H / V                 LULUS
3      Nurwahyullah              Syariah & Hukum/I.H / V                 LULUS
4 Dahrul Alamsyah              Dakwah / Ikom/ I                                     LULUS BERSYARAT
5 A Tenri Intani                   Dakwah / Kesos /V                                 TIDAK LULUS
6 Anaruddin                        Syariah / PMH/I                                       LULUS
7 Suryani Amir                    Syariah & Hukum/P.A /                    I LULUS
8 Nur Asiah                        Syariah & Hukum/P.A /I TIDAK LULUS
9 Muh. Taufik Alhidayah     Syariah & Hukum/P.A /I LULUS
10 Muhammad Fachri Dakwah / Ikom /I LULUS
11 Hasnita Dakwah/KPI/ I TIDAK LULUS
12 Ahdianzar Ahmad Dakwah/KPI/ I TIDAK LULUS
13 Muh. Yusuf Azhar Dakwah/KPI/ I TIDAK LULUS
14 Syahri Dakwah/KPI/ I TIDAK LULUS
15 Himrawati Dakwah/jurnalistik/ I LULUS BERSYARAT
16 Muh. Husnul Dakwah/Jurnalistik / I TIDAK LULUS
17 Erna Mustafa Syariah / Akuntansi / I TIDAK LULUS
18 Selfyana Tarbiyah/ PBI/ I LULUS
19 Nurfatimah Tarbiyah/ Fisika / III LULUS
20 Marwah Tarbiyah / MTK /I TIDAK LULUS
21 Ulil Absar Tarbiyah/ PBA/I TIDAK LULUS
22 Ira yani Tarbiyah/ PAI/I TIDAK LULUS
23 Muh. Andy RH Dakwah / Jurnalistik/I LULUS
24 Fathan Ghifari Sinaga Dakwah/ jurnalistik/I TIDAK LULUS
25 Hasriadi Fikes/ Farmasi /I TIDAK LULUS
26 Burhanuddin Adab/BSI/ III TIDAK LULUS
27 Arifuddin Adab/BSI /III LULUS BERSYARAT
28 Andi Ernawati Sainstek/ Biologi/ VII LULUS
29 Mitasari Sainstek/ Biologi/ I LULUS
30 Firdaus Nurlan Syariah / Ekis /I LULUS
31 Afidatul Asmar Dakwah/ MD/ III TIDAK LULUS
32 M. Srahlin Rafid Dakwah / Jurnalistik / I LULUS
33 Rahmawati Dakwah / Jurnalistik / I LULUS
34 Firdayani Rafiq Dakwah / Jurnalistik / I TIDAK LULUS
35 Ikhwan Dakwah / Jurnalistik / I LULUS
36 Putri Dakwah / Jurnalistik / I LULUS BERSYARAT
37 Ibnu Munsir Dakwah / Jurnalistik / I LULUS BERSYARAT
38 Yulianti Dakwah / Jurnalistik / I TIDAK LULUS
39 Canggi Ardiya A. Ode Dakwah / Jurnalistik / I TIDAK LULUS
40 Shalahuddin Dakwah/ KPI / V TIDAK LULUS
41 Kamelia Syariah/ Ekis/I TIDAK LULUS
42 Jumriani Dakwah / Jurnalistik / V LULUS
43 Satriani Dakwah / Jurnalistik / V LULUS
44 Muh. Wajdi Dakwah/ikom/ I LULUS
45 Nurhakim Syariah/ IH / I LULUS
46 Ikhwan Faisal Syariah/ IH / I TIDAK LULUS
47 Nurman Akhmad Syariah/ IH / I TIDAK LULUS
48 Zulfiyah Syariah / Ekis /I LULUS
49 Riska Syarifuddin . N Adab/ BSI/ III TIDAK LULUS
50 Muh. Iksan Adab/BSI/III LULUS
51 Aswar Dakwah/Ikom/I LULUS
52 Muajiz Muallin Adab/BSI/III LULUS
53 Muh. Sulham Kesehatan/ Ilmu kesehatan TIDAK LULUS
54 Wahyudi Eka Saputra Fikes/Kesmas/V LULUS
55 Faisal Fikes/Kesmas/V LULUS BERSYARAT
56 Kasnadi Kesmas TIDAK LULUS
57 Saddan Husain Tarbiyah/PISA/ I TIDAK LULUS
58 Jusmiati Dakwah/jurnalistik/ I LULUS
59 Nurmania Dakwah/jurnalistik/ I LULUS
60 Abd. Ismail Tarbiyah/PAI /I LULUS
61 Mitha sari Sainstek/bio/I LULUS
62 St. Surgawati Syariah/Akuntansi/III LULUS
63 Hadriani Syariah/ Akuntasi/III LULUS
64 Muh. Albar.H.D Syariah/Akuntansi/III LULUS
65 Muh. Syarif Sainstek/Bio/V TIDAK LULUS
66 Rismayanti Dakwah/MD/ I LULUS
67 Mildana Syariah/ Ekis /III TIDAK LULUS
68 Rahmayani Fikes/kep /III LULUS
69 Ahmad Riyadi Dakwah/Ikom/I LULUS BERSYARAT
70 Andi Tenriawaru Ushuluddin/Ilmu Politik/I LULUS
71 Ahmad M. qomar Fikes/kep/III LULUS
72 Itsna Syamsi Mukarramah Fikes/Kesmas/I LULUS
73 Lisa Jayanti Fikes/Kesmas/I TIDAK LULUS
74 Ilkhana Windah Fikes/Kesmas/I TIDAK LULUS
75 Ida Fitriani Marsun Fikes/Kesmas/I LULUS
76 Nur Ikhsan Fikes/Kesmas/I TIDAK LULUS
77 Ardiansyah Syariah/IH/I LULUS BERSYARAT
78 Anwar Iskar. H Tarbiyah/PAI/III LULUS
79 Muh. Azhar Tarbiyah/MPI/III LULUS BERSYARAT

NB
Bagi peserta yang dinyatakan LULUS BERSYARAT diwajibkan menghadap kepada pengurus UKM LIMA Washilah selambat-lambatnya tanggal 22 November 2010
Bagi peserta yang dinyatakan LULUS screening silahkan melakukan pendaftaran ulang di secretariat UKM LIMA Washilah dengan membayar kontribusi IN HOUSE TRANING JOURNALISTIC sebesar Rp. 100.000,. selambat-lambatnya tanggal 25 November 2010
Sedangkan bagi peserta yang TIDAK LULUS silahkan mencoba tahun depan dan semoga beruntung………





EDHYSTIRA
Kordinator Stering

Sabtu, 06 November 2010

Anarki Menjadi Tren Demonstrasi Makassar?

Aksi anarkis yang kerap mewarnai demonstrasi Mahasiswa Makassar, dinilai kian meresahkan. Seperti ungkapan ngga’ ngepul ngga’ rame, anarki seakan menjadi tren, yang selalu diikutkan dalam setiap aksi demonstrasi. Di mata demonstran, demo kurang “wah”, tanpa aksi anarkis.


Menurut Pembantu Rektor III Universitas Hasanuddin, Ir Nasaruddin Salam, anarki terjadi ketika ada deadlock, atau jalan buntu. Demonstran kemudian anarkis ketika proses konsolidasi, gerakan, dan unjuk rasa yang dilakukan tak menemukan solusi. Kebuntuan tersebut karena berbagai hal. Bisa karena tuntutan demonstran tak diindahkan, atau karena demo tersebut memang di-setting untuk anarkis. Nasaruddin menjelaskan beberapa pengalamannya saat turun ke lapangan meninjau aksi demonstrasi. “Memang ada beberapa demonstran, kalau turun demo, itu targetnya adalah caos. Terkadang, saya ditanya oleh seorang demonstran. Jangan dekat-dekat pak, ini kalau wartawannya sudah datang, demo akan anarkis,” terangnya saat memberikan materi dalam diskusi bulanan IMMIM, di Gedung IMMIM Center (23/10). Meskipun sebenarnya, demonstrasi tersebut direncanakan damai dan diizinkan, tapi pada pelaksanaannya di lapangan, aksi lempar baru, pengrusakan fasilitas umum, sampai membakar mobil dinas yang kebetulan lewat, kerap terjadi. Mereka yang anarki tersebut pun berdalih, bahwa mereka dipancing-pancing aparat, atau ada yang memprovokasi.

Kasat Intelijen (KASAT) Polresta Makassar, AKBP Karim Samandi memaparkan, kebanyakan demonstrasi yang dilakukan mahasiswa itu ditunggangi. Ada oknum yang memanfaatkan aksi tersebut. “Ada beberapa lembaga atau LSM yang mengarahkan aksi mahasiswa. Sebut saja Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GERMAK), yang diketuai Kama Cappi. Mereka itu yang bawa babi, di belakangnya ada foto wapres, pada aksi demonstrasi beberapa bulan lalu.” Tujuan mereka yang sering demo, lanjut Karim, itu ujung-ujungnya duit. Menurut data kepolisian, rata-rata demonstran itu adalah mahasiswa yang pas-pasan, butuh duit, dan tentu bukan orang kaya. Mahasiswa yang demo di Makassar pun, jarang ditemukan asli orang Makassar. Justru kebanyakan berasal dari daerah luar, kebanyakan dari provinsi lain.

Sebetulnya, demonstrasi merupakan perbuatan yang mulia. Di dalamnya terkandung niat untuk mewujudkan sebuah sistem yang lebih baik, dengan menggugat berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Menurut Dr. Mohd Sabri AR, kita harus melihat demonstrasi yang anarkis itu sebagai sebuah dampak, dari berbagai kejahatan yang dilakukan elit-elit politik di Negara ini. “Pecahan kaca itu biasa. Lempar batu, Pengrusakan mobil-mobil itu biasa. Itu hanya dampak dari kejahatan-kejahatan yang dilakukan di tingkat elit: korupsi, kolusi, penyelewengan dana, dan lainnya. Justru kejahatan yang berbahaya itu kejahatan psyche, kejahatan wacana.” Mantan Aktivis Mahasiswa di tahun 80-an ini menjelaskan hasil-hasil diskusinya dengan kalangan mahasiswa yang ada di garis kiri. Menurutnya, selama ini kita diminta untuk menjadi nasionalis, sementara Negara tak memberikan apa-apa buat kita. Kita sekolah, dibayar. Kita kuliah, ingin kawin, makan, semuanya dibayar. Lalu apa yang diberikan Negara untuk kita? Olehnya itu, gerakan perlawanan pun muncul sebagai dampak dari ketidakpercayaan masyarakat terhadap Negara. Munculnya ide-ide kiri, pemihakan kepada rakyat miskin, doktrin tentang ketidakpercayaan rakyat terhadap Negara, akhirnya mengubah logika berpikir mereka, bukan “aku berpikir maka aku ada,” tapi “aku ada karena aku melawan.” Satu kata menuntaskan persoalan bangsa ini, yakni: lawan. Sabri percaya, ada skenario global yang disusun orang-orang berkepentingan di balik berbagai kerusuhan di Negara ini. Ini disampaikan pada diskusi bulanan IMMIM, tentang Akar Permasalahan Demo Anarkis, jumat lalu.

Diakui Ir Nasaruddin Salam, memberantas aksi anarkisme mahasiswa cukup sulit. Diperlukan kerjasama yang baik oleh bukan hanya aparat polisi dan pimpinan kampus, tapi juga orangtua mahasiswa tersebut. Media juga harus ikut membantu. “Jangan lagi menonjolkan bad news is a good news. Wartawan harusnya jangan cuma meliput demo, tapi beragam kegiatan-kegiatan kampus yang bernilai akademik dan pengembangan intelektual,” ujarnya. Nasaruddin menambahkan, mahasiswa perlu pembinaan yang lebih. Jika di UIN Digodok sebuah program pembangunan karakter, di Unhas, kata Nasaruddin, ada program Mendesain Hidup dan Mengelola Masa Depan.

Sebagai warga Makassar, beberapa pemberitaan media massa harusnya membuat kita sadar, betapa tingginya angka anarkisme di kota ini, bahkan distigma menjadi kota kerusuhan. Pertanyaan yang perlu dijawab adalah, mengapa masyarakat Makassar yang terdiri dari beraneka ragam budaya, serta memegang asas siri’ na pacce ini mudah terhasut, dan mahasiswanya gampang diperalat? (abie)

Demonstrasi Anarkis Dalam Beberapa hari terakhir
18 Oktober
Demo menolak rencana kedatangan SBY di Depan Kampus Universitas Muslim Indonesia, Jalan Urip Sumoharjo. Terjadi baku lempar antara mahasiswa dan Polisi. 1 Mahasiswa Ditangkap. Satu buah sepeda motor milik seorang polisi dirusak.
19 Oktober
Demonstrasi oleh Mahasiswa Universitas Negeri Makassar, menolak kedatangan SBY, di Depan Hotel Clarion, Pertigaan Jl. Raya Pendidikan-AP Pettarani. Terjadi baku lempar antara mahasiswa dan polisi. Lima polisi luka-luka, Empat mahasiswa ditangkap, dan dua wartawan luka.
20 Oktober
Aksi peringatan 1 tahun Pemerintahan SBY, depan kampus Universitas Hasanuddin. Dua mobil dinas dirusak Mahasiswa. Mobil Dinas tersebut antara lain, milik Dinas Kehutanan, dan Dinas Kesehatan Sulbar.

“Dibatasi untuk Mengantisipasi”

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Alauddin Makassar, Dr Salehuddin Yasin MAg mengatakan, bukan dilarang tapi dibatasi. Pembatasan tersebut hanya bersifat temporer. Menurutnya, aktifitas akan kembali berjalan normal setelah kondisi kampus kembali kondusif. Sehingga, dia akan terus melakukan penilaian dan keputusan sesuai hasil Rapat Pimpinan.


“Bisa saja bulan depan mahasiswa baru sudah bisa ikut kegiatan out door (keluar kampus). Tapi kalau untuk saat ini, belum bisa diizinkan, karena yang diprioritaskan adalah kuliah reguler Maba,” ungkapnya.
Mahasiswa baru yang ingin mendaftar di UKM tetap diperbolehkan. Hanya saja, untuk kegiatan di luar Kampus UIN, maba belum mendapat izin. Sedang untuk sanksi, berlaku pada internal fakultas masing-masing

“Kegiatan mahasiswa baru hanya dua, yakni kuliah reguler dan Pikih. Bukannya tidak mengizinkan mahasiswa baru untuk ikut kegiatan, tapi hanya dibatasi untuk mengantisipasi hal-hal yang lain yang kemungkinan bisa terjadi.” kata Salehuddin, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/10).
(Latifah Ulfa).

KSR Kembali Gelar Aksi Donor Darah

“Darahmu dapat menyelamatkan sahabatmu, keluargamu, kekasihmu, bahkan dirimu sendiri”

UKM KSR-PMI Unit 107 UIN Alauddin Makassar bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah Cabang Makassar kembali mengadakan aksi donor darah (25/10) di lapangan Volly Kampus 2 UIN Alauddin Makassar (Samata, Gowa). Kegiatan yang berlangsug sejak pagi ini, mendapat respon positif dari masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dan merupakan yang kedua kalinya di masa kepengurusan kami. Pihak pendonor sendiri bisa dari luar. karena secara umum melibatkan seluruh masyarakat yang ingin berpartisipasi” papar Mini, selaku penaggung jawab kegiatan.
Dikatakan, dari 80 orang yang mendaftar, hanya 40-an yang lolos seleksi untuk bisa mendonor. Pasalnya, penyelenggara betul-betul menyeleksi calon pendonor dengan beberapa tes dan pertimbangan-pertimbangan kesehatan lainnya.

“Tentunya, setetes darah Anda sangat beguna bagi yang membutuhkan, donor darah yuk..!”, tuturnya. (Hayluz)

Washilah 107.0 Fm Buka Program Music Indie

Eksistensi Radio kampus di berbagai perguruan tinggi memang sedikit tergerus pengaruh media-media lain yang bermunculan, yang lebih modern dan populer. Namun seperti radio-radio swasta lainnya, yang paling mempengaruhi eksistensi radio adalah, pendengar. Maka, radio yang mampu bertahan tentu saja radio yang mampu mempertahankan dan meningkatkan jumlah pendengarnya.


Washilah Fm, yang mengudara di Frekuensi 107.0 Mhz, barangkali sadar dengan hal tersebut. Untuk itu, Media yang bernaung di UKM Lembaga Informatika Mahasiswa (LIMA) UIN Alauddin ini, bakal menghadirkan beberapa program acara yang akan menghibur pendengar. Ridwan Akbar, Kepala Studio mengatakan, saat ini mereka sedang menggodok beberapa program acara, salah satunya Washilah Music Indie. “Dalam segmentasi ini, kita akan memberi kesempatan kepada Band-band Indie yang lokal, untuk memasukkan lagu indie-nya, bersama dengan profil band mereka, tanpa dipungut biaya apapun. Ini kami lakukan selain untuk mendongkrak popularitas Radio ini, juga untuk mendukung perkembangan musik musik lokal, terkhusus di wilayah sekitar kampus UIN,” ungkap mahasiswa yang akrab disapa Rido ini. Program Acara Washilah Music Indie, lanjut Rido, akan disiarkan setiap hari senin dan jumat, pukul 18.00-20.00.

Selain Washilah Music Indie, Washilah Fm juga akan menghadirkan satu segmen diskusi, yang melibatkan pengurus-pengurus organisasi kemahasiswaan, tokoh-tokoh kampus, intelektual, dan akademisi dengan memperbincangkan beragam hal terkait dengan kondisi kekinian, kemahasiswaan, yang dikemas dalam satu program acara : Washilah Fokus. Washilah Fokus akan disiarkan setiap hari selasa dan kamis, pukul 15.30 sore.(abie)

UKM Olahraga Akan Hadir

UKM di UIN akan bertambah satu lagi. Namanya UKM olahraga. Muhammad Waris, mahasiswa fakultas Syariah dan hokum, dan Zaldy, mahasiswa Sains dan Teknologi adalah penggagas terbentuknya UKM ini. Untuk sementara UKM ini akan menaungi 5 cabang olahraga yakni basket, futsal, tenis meja, sepak bola dan voly ball.

“Untuk sementara, UKM ini masih dinamakan UKM Olahraga. Masih begitu banyak hal yang semestinya dibenahi untuk memformalkan suatu lembaga, salah satunya adalah, aturan dasar organisasi serta persiapan sarana dan prasarananya,” ujar Pembantu Rektor III bidang kemahasiswaan saat ditemui di ruangannya(14/10). Salehuddin juga menambahkan, ide pembentukan UKM persiapan olahraga ini telah digagas sejak 2 tahun silam, namun terkendala karena penggagas utamanya telah menyelesaikan studinya di UIN. Belakangan baru mulai digagas kembali.

Sementara itu, kasubag kemahasiswaan Dra. Hj. Nuaeni Gani saat dikonfirmasi menjelaskan, UKM persiapan olahraga memang penting untuk dibentuk, karena melihat begitu tingginya minat mahasiswa di bidang olahraga dan berbagai macam perlombaan, salah satunya kegiatan PIONIR (Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset) yang akan dilaksanakan di Watampone dalam waktu dekat ini.(Agus)

Menunggu Realisasi Biaya Praktikum di FDK

Kuliah telah dimulai sebulan lebih. Namun mahasiswa di beberapa Jurusan FDK (Fakultas Dakwah dan Komunikasi) masih belum melakukan praktikum mata kuliah. Padahal, mereka telah membayar sebesar Rp.200.000 untuk itu.

Sesuai hasil Rapat Pimpinan (Rapim) pada 27 Januari lalu, setiap mahasiswa di beberapa Jurusan tertentu dikenakan tambahan biaya praktikum untuk semester ini. Besaran biaya tersebut beragam, tergantung jurusannya. Jenis praktikumnya juga berbeda, tergantung tingkat semesternya. Di FDK misalnya. Fakultas ini mengenakan biaya Rp.200.000 untuk semua jurusan, semester satu sampai tujuh. Menurut Pembantu Dekan Bidang Akademik FDK, Drs. Arifuddin Tike, M.Sos.I, biaya praktikum dikenakan berdasarkan permintaan masing-masing Jurusan, untuk melakukan praktikum, termasuk biayanya. Yang membedakan Dakwah dengan Fakultas lain adalah, Dakwah memberlakukan praktikum untuk kompetensi mata kuliah, khusus di semester 5. “Setiap semester ganjil, dari semester satu sampai tujuh itu ada praktikumnya. Mahasiswa semester satu, praktikumnya adalah Qiraah atau baca tulis AlQur’an. Semester tiga, ada praktek dakwah. Semester lima, praktikumnya sesuai dengan kompetensi jurusan masing masing. Sedangkan semester tujuh, biaya praktikum diarahkan ke PPL,” ungkap Arifuddin, saat ditemui washilah di ruangannya (21/10).

FDK merupakan salah satu Fakultas yang menaikkan biaya kuliahnya mulai semester ini. Dari biaya SPP yang jumlahnya 400 ribu tersebut, ditambah praktikum sebesar 200 ribu, menjadi 600 ribu. Angka ini cukup tinggi, karena naik sampai 50 persen. Maka untuk membalasnya, realisasi biaya praktikum harus terlaksana. Namun, beberapa Mahasiswa FDK mengaku belum merasakan biaya praktikum tersebut. Sebut saja mala (samaran). Mahasiswa Jurnalistik semester lima ini mengatakan, “Kami belum melakukan praktek yang sesuai dengan kompetensi jurusan kami. Katanya ada kunjungan ke media-media, praktek peliputan berita, tapi belum ada,” ungkapnya. Hal yang sama juga dirasakan mahasiswa jurusan lain. Di jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Semester 3, seorang mahasiswi yang enggan disebutkan namanya berkomentar, “belum pernah ada praktek dakwah. Selama ini kami cuma kuliah di ruangan,” ketusnya.

Di antara jurusan-jurusan di Dakwah, Kesos (Kesejahteraan Sosial) adalah Jurusan yang paling rutin melakukan praktikum kompetensi Jurusan. Sahir, Mahasiswa Kesejahteraan semester lima mengatakan, “kita selalu melakukan praktikum setiap hari selasa. Kita pernah melakukan bakti sosial ke panti asuhan dan selainnya,” ungkapnya. (Tim)

Abustani Ilyas: Kenaikan Biaya Kuliah Bukan Kebijakan Dekan



Dekan FDK (Fakultas Dakwah dan Komunikasi), Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, MAg, membantah kenaikan biaya kuliah di di FDK adalah kebijakan Dekan. Abustani yang ditemui washilah (15/10) mengatakan, kenaikan sebesar Rp 200 ribu rupiah tersebut berdasarkan Rapat Pimpinan (Rapim). “Saya kira, jurusan juga tahu akan hal ini,” tegasnya. Namun, ketua jurusan Jurnalistik, Ramsiah Tasruddin SAg MSosI, ketika diwawancarai melalui via telepon menyatakan, memang sejauh ini belum ada konfirmasi dari jurusan (23/10).

“Jadi begini ya, kenaikan itu bukan berdasarkan kebijakan jurusan. Bahkan, kenaikan itu tidak ada konfirmasi ke jurusan. Kami cuma disuruh mensosialisasikan kepada mahasiswa. Tetapi, kenaikan SPP ini memang untuk membiayai praktikum mahasiswa. Seperti Teknik Penulisan, Fotografer untuk jurusan Jurnalistik meskipun di jurusan Jurnalistik sementara masih dirancang akan seperti apa bentuk praktikum itu,” ujar Abustani.
Abustani menambahkan, selain rencananya ditujukan untuk meningkatkan SDM mahasiswa melalui praktikum-praktikum, juga untuk biaya Praktek Pengajaran Lapangan (PPL) dan tentunya dikelola oleh masing-masing jurusan. “Setahu saya, kenaikan biaya kuliah ini hanya berlaku pada saat semester awal. Kelak para mahasiswa tidak lagi dikenakan pungutan biaya PPL karena dana ini akan dialokasikan sebagian ke sana. Kan, sekarang ada larangan untuk pungutan biaya terhadap mahasiswa.”
Ketika ditanyakan tentang kapan praktikum akan dimulai, Abustani mengatakan bahwa untuk sementara belum ada praktikum karena dikhawatirkan akan tumpang tindih dengan pelaksanaan Pencerahan Imani dan Keterampilan Hidup (PIKIH) yang sementara dijalani oleh mahasiswa baru.(AnHy)

Menunggu Pete-Pete Sungguminasa yang Tak Kunjung Datang

Langit yang mendung mulai disambut hujan yang rintik. Waktu itu sekitar jam tiga sore (21/10), Wiwin dan Mila masih betah di tempat ia berdiri, di pinggir jalan, tepat di samping lapangan bola UIN. “Kami menunggu mobil pete-pete sungguminasa,” ucap Wiwin. Namun yang mereka tunggu tak kunjung datang. Walhasil, dari setiap usahanya menunggu mobil tersebut, yang datang justru teman yang siap memberi tumpangan di motornya. Bahkan, ada yang rela sampai bonceng tiga.



Mobil Angkutan Kota (Angkot), atau Pete-pete (sebutan Makassarnya), dengan rute Terminal Sungguminasa-Kassi Kassi Antang memang sulit ditemukan di Kampus dua UIN, jika tak ingin dikatakan hampir tidak ada. Mobil tersebut melintas di jalan Poros Samata, tapi tidak masuk ke kampus UIN. Dari semua Pete-pete tersebut, hanya beberapa saja yang masuk, jika kebetulan penumpangnya ingin ke Kampus 2. Itupun masih sulit. Menurut wiwin, ada beberapa sopir yang tak ingin masuk, dan menurunkan penumpang tepat di perempatan jalan ke kampus UIN.

Satu-satunya pete-pete resmi yang masuk Kampus II adalah pete-pete UIN, yang rutenya dari kampus 1 ke kampus 2 lewat jalan Hertasning. Wiwin mengatakan, pete-pete sungguminasa-kassi-kassi itu dilarang masuk ke UIN. Ini juga dibenarkan Kiky, salah seorang sopir pete-pete tersebut. Kiky, saat ditemui washilah (25/10) mengatakan, “kita memang punya trayek itu sungguminasa-kassi, dan tidak masuk ke jalan menuju UIN. Biasa kita mau masuk, tapi dilarang sama sopir pete-pete UIN,” jelas Kiky. Pria ini ditemui washilah di perempatan jalan poros samata, saat ia sedang menunggu penumpang dari UIN.

“Padahal banyak mahasiswa UIN, yang tinggal di sekitar jalan poros samata. Mereka terpaksa naik mobil dua kali,” ujar wiwin. Rasanya “nanggung”, mobil sungguminasa hanya mengantarkan sampai di perempatan. Selain itu, biaya pete-pete tentu bertambah dua kali lipat. Jika dalam sehari mahasiswa merogoh kocek Rp.6.000 pulang pergi, tapi karena dua kali naik pete-pete, biayanya perhari bisa mencapai Rp.12.000. Dalam sebulan, mahasiswa menghabiskan kurang lebih Rp.240.000 untuk transportasi. Bandingkan, jika hanya sekali naik pete-pete. biayanya bisa berkurang menjadi Rp.120.000. Tentu mahasiswa bisa menghemat biaya untuk pembuatan makalah, tugas, dan keperluan lainnya. “UIN memang seharusnya menambah jalur pete-petenya, jangan hanya pete-pete kampus I-kampus II,” tambah wiwin. (hasbi)

Program CBT terkendala Infrastruktur

Rusunawa, Dormitory, dan Ma’had al-Aly bukan hal asing bagi mahasiswa UIN Alauddin Makassar. Pasalnya, ketiganya adalah gedung yang telah berdiri kokoh di kawasan kampus II (Samata), yang dipersiapkan sebagai asrma. Sayangnya, bangunan yang diperuntukan untuk program CBT (Character Building Training), khusus mahasiswa baru ini belum difungsikan karena terkendala masalah infrastruktur.

“Infrastruktur belum siap. Sementara perangkat, prangkas, mekanisme system dan tim sudah siap. Kita terkendala persoalan proyek pembangunan yang belum rampung, misalnya tempat tidur, lemari, dll. Jadi, semester depan program ini sudah bisa berjalan.”, tutur Ketua Tim penyusun CBT, Dr Mohd Sabri AR, ketika dihubungi via telepon ( Kamis/14).

Hal ini juga dibenarkan oleh DR H Salehuddin Yasin mengingat pembangunan di UIN masih belum selesai dan masih ditangani pihak Pembangunan Perumahan (PP). “Hanya saja, sudah ada rumput yang menghiasi ketiga gedung tersebut. Saya termasuk sebagai orang yang mengkritisi, kenapa rumput bisa dibiarkan? Sudah ada penjaga yang bertugas, tapi penjaga hanya mengatakan dia hanya penjaga, bukan petugas kebersihan”, lanjut bapak yang juga menjabat PR III ini (Kamis/14).( Hayluz)

Jamaah Masjid Meluber

Kondisi masjid di Kampus 2 UIN Samata ketika shalat jumat. Jamaah meluber sampai di luar melewati teras. Gambar diambil pada hari jumat tanggal 22/10/10.

Langit-langit Adab Jebol

Suasana langit-langit gedung Fakultas Adab dan Humaniora lantai IV yang jebol ketika tidak mampu menopang berat air yang tumpah dari genteng. Gambar diambil belum lama ini.

“Merokok di Ruang Terbuka”

Di Fakultas Syariah dan Hukum, Dekan menegur siapa saja yang merokok untuk pindah ke ruang terbuka. Seperti yang dialami oleh Yusuf, mahasiswa syariah, saat sedang asyik berbincang dengan kawannya di tangga gedung Fakultas, sambil merokok (13/10). Dekan Syariah, Prof Dr Ambo Asse yang datang melihatnya lalu menegur, ”jangan merokok disini nak, mengganggu aktifitas orang-orang di dalam gedung.” Yusuf kemudian bertanya ,”lalu di mana ustad tempat saya bisa merokok?” ”Sebaiknya kamu merokok di luar sana, di bawah pohon atau ruang terbuka supaya asap rokokmu tidak berada dalam ruang fakultas,” jawab dekan.

Fasilitas di PKM Masih Minim

Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), yang berdiri kokoh di dekat masjid dan lapangan UIN, masih belum dihuni UKM-UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Rencananya, semua UKM yang terdiri dari I0 Unit tersebut akan pindah ke kampus dua, di akhir bulan Oktober. Namun, karena fasilitasnya belum siap, UKM-UKM belum pindah, dan masih beraktivitas di kampus I. “Untuk saat ini, semua UKM tinggal tunggu surat edaran, karena kami (bagian kemahasiswaan) masih membicarakan berbagai fasilitas UKM dengan bagian umum (Bagian Perlengkapan),” ungkap Kepala Bagian Kemahasiswaan, Dra Hj Nuraeni Gani, saat melakukan pertemuan dengan UKM-UKM (19/10). Beberapa fasilitas di Gedung PKM seperti Meja, Kursi, dan Lemari memang belum disiapkan. Selain fasilitas tersebut, UKM-UKM yang akan menempati lantai tiga gedung PKM, Menurut Pembantu Rektor III, Dr H Salehuddin Yasin, juga akan kesulitan air. “Mesin Pompa Airnya belum tersedia, jadi untuk sementara, pengurus-pengurus UKM harus siapkan ember untuk mengangkut air ke lantai III,” ungkapnya.

Semarang yang Bernuansa Belanda (Sebuah Catatan Perjalanan Kru Washilah selama Seminggu di Jawa)

Pukul 18.15 (19/10), KM Gunung Dempo yang saya tumpangi dari kota daeng segera berlabuh di tanjung perak kota Surabaya. Suara angin, ombak dan pengumuman awak kapal mengiringi langkahku menuju dek 6 kapal untuk melihat tanjung perak secara langsung untuk pertama kalinya.


Akhirnya aku bisa menghirup udara di kota pahlawan, Surabaya. Terasa bagai mimpi bisa di sini. Di Surabaya, saya berangkat menuju stasiun pasar turi untuk pesan tiket kereta api menuju Semarang. Dalam perjalanan kurang dari 20 menit, saya melihat banyak patung pahlawan yang berdiri tegak di alun-alun kota. Sayangnya, saya kurang beruntung. Sesampai di stasiun, tak ada kereta yang berangkat hari itu. “Tunggu kereta besok pagi aja mas,” kata Satpam, dengan logat jawanya yang kental. Terpaksa saya harus bermalam di stasiun. Untuk mengisi waktu, saya menyempatkan diri dengan berbaur bersama mayarakat setempat di sebuah warung kopi pinggir jalan, Banyak yang saya ketahui tentang Surabaya malam itu melalui perbincangan-perbincangan di warung kopi tersebut, sampai saya lupa waktu.

Bermalam di Stasiun
Malam telah larut, saya lalu menggelandang mencari tempat berbaring. Saya menuju masjid terdekat dari stasiun, namun ternyata dilarang tidur di masjid tersebut. Kembali kulangkahkan kakiku yang lelah, menuju stasiun untuk mencari tempat berbaring, dan akhirnya kutemui tiga orang yang tengah beristirahat depan loket pengambilan tiket kereta. Perlahan kuhampiri mereka, menyapa, mereka dan ternyata mereka juga calon penumpang kereta api menuju semarang, saya beruntung karena tiga orang ini senasib denganku.

Suara kicauan burung dan gemerising kereta api menyambut pagi di. Pukul 06.00 pagi di Kota Surabaya. Kembali kusemangati diriku, bahwa ini adalah perjuangan menuntut ilmu. Teman yang semalam juga sudah mulai terjaga dari tidurnya kami pun langsung mencari sarapan karena udara yang dingin membuat perut kami keroncongan. Akhirnya kami menemui pedagang bubur kedelai suap jahe. Katanya, makanan khas dari jawa timur, bahan dasarnya dari kedelai yang dihaluskan menjadi bubur, makan bubur soup jahe di pagi hari terasa nikmat karena udaranya yang dingin, namun langsung terasa hangat ketika menyantap makanan tersebut. Setelah itu, kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju Semarang. Setelah memesan tiket, pukul 08.30 kami langsung naik kereta api eksekutif menuju semarangtawang, salah satu stasiun kota semarang. Pemandangan yang elok serta kota-kota yang begitu indah mengiringi lajunya kereta api menuju stasiun, tidak sedikitpun saya melewatkan pemandangan yang indah nan elok di perjalanan menuju kota Semarang.

Nampak kilas kota semarang
Tak terasa, akhirnya tiba di Semarang, setelah menempuh sekitar 8 jam perjalanan. Di Semarang, bangunannya juga banyak yang kental dengan nuansa Belanda, termasuk stasiunnya. Kota ini memang dikenal dengan arsitektur bangunan belanda-nya yang masih tetap dipertahankan hingga kini. Setelah kurang lebih 30 menit di stasiun, datanglah Hasan, salah seorang pengurus Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Manunggal, salah satu UKM di Universitas Diponogoro, Surabaya. Saya berkunjung ke Semarang, adalah dalam rangka Mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar yang didakan LPM tersebut.

Banyak peserta yang datang dari berbagai daerah di Nusantara. Sebagai utusan dari Makassar, saya tidak sendiri. Ada dua orang delegasi dari kampus UNM (Universitas Negari Makassar). Peserta-peserta yang mengikuti pelatihan ini antara lain: Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Medan, Universitas Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Tidar Magelang, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Islam Negeri.

Kunjungan Wisata
Sehabis Pelatihan, kami berkunjung ke beberapa tempat wisata di kota Semarang. Menurut Panitia, sebetulnya tidak ada tempat wisata alam, yang ad hanya tempat-tempat bersejarah. Perjalanan kami dimulai di sebuah tempat peribadatan agama hindu, yaitu vihara budhagaya dan pagoda Avalokitesvara. Di tempat ini, patung dan ukiran-ukiran khas china terlihat di setiap sudut bangunan yang begitu indah. Setelah puas menikmati kecantikan patung dan ukiran, kami pun melanjukan perjalanan menuju masjid agung kota semarang. Masjid ini merupakan kebanggaan kota semarang. Ornament yang begitu modern menghiasi setiap sudut masjid dengan menara yang tingginya mencapai 99 meter, seperti jumlah Asmaul Husna. Di atas menara tersebut, kami melihat isi seluruh kota dari ketinggian. Di dalam menara, terdapat museum tentang perjalanan masuknya agama islam di tanah jawa. Di masjid agung Semarang ini, kami juga menunaikan shaat dzuhur dan ashar secara berjamaah. Setelah puas dengan masjid indah itu, kami pun melanjutkan perjalanan menuju sebuah bangunan tua di tengah kota semarang yaitu gedung lawang sewu (pintu seribu) konon menurut penduduk setempat, gedung ini selain bersejarah juga sangat angker, karena merupakan penjara yang sadis di kota semarang.

Menelusuri bangunan tua ini pada malam hari, terlihat begitu sangat menakutkan. Perjalanan mengelilingi tempat wisata kota semarang terasa lelah pukul 10.00 kami dan seluruh pantia kembali menuju penginapan dan berakhir pula seluruh rangkaian pendidikan jrnalisrik tersebut, karena keesokan harinya seluruh peserta akan kembali ke daerahnya masing-masing dengan pengalaman dan ilmu yang bertambah tentunya.